*krik krik krik*
Pertama-tama, aku mau membersihkan blog ini dulu dari sarang laba-laba. Ya, sudah lebih dari tiga tahun aku nggak ngepost di blog ini. Bukan.. Bukan karena aku males, tapi aku lupa passwordnya. #AlasanKlasik
Di postingan terakhir blog ini tiga tahun yang lalu, aku masih pengangguran. Ya, pengangguran. Aku bercerita waktu itu aku mencoba daftar sebagai anggota TNI, tapi GAGAL. Sejak saat itu, aku sempat mencoba daftar sana-sini tapi tetap gagal sampai akhirnya sekarang aku kerja di salah satu perusahaan BUMN. Alhamdulillah..
Di comeback aku kali ini, aku akan coba bercerita tentang hidup aku. Ya, lebih tepatnya perjalanan hidup aku dari kecil. Aku akui, dari kecil aku emang sedikit manja. Err, nggak sedikit sih, tapi emang manja. Tapi sejak aku kerja, aku jadi sadar betapa manja nya aku dulu. -__-
Oke langsung aja ya.. Jeng jeng jenggg...
Sabtu, 15 Ramadan 1414 H atau 26 Februari 1994, lahirlah seorang bayi unyu yang kelak akan membuat orang di sekitarnya bahagia. Hehehe..
Aku lahir di keluarga yang bisa dibilang sederhana tapi cukup lah. Aku dari kecil memang merasa sedikit manja, ya tapi nggak berlebihan sih, contohnya saat aku pengen mainan tapi nggak dibeliin, aku selalu nangis guling-guling agar dibeliin. Dan akhirnya, dibeliin. Hehehe.. Itu berlebihan ya? Ya terserah deh. Tapi kurasa kalian semua juga begitu. Jadi, kita semua adalah anak manja. :p
Tahun 2000-2006
Masa-masa SD adalah masa sekolah paling bahagia, banyak kenangan yang sampai tua nanti gak bakal dilupakan, ya memang masa SMP dan SMA juga sih, tapi masa SD tetap beda, kayak ada manis-manisnya gitu..
Aku waktu SD adalah anak yang culun. Culun abis. Err, seenggaknya sampai kelas 3SD, karena saat kelas 4,5,6 aku mengenal cinta monyet pertamaku, jadi agak nggak culun. Iya, agak.
Tapi, walaupun culun, aku termasuk murid yang bisa dibilang berprestasi di sekolah. Nggak usah tepuk tangan, biasa aja.
Aku selalu masuk 3 besar dari kelas 1-6, padahal, kelas ku ini bisa dibilang kelas yang langka, mungkin akan ada lagi 100 tahun kemudian. Kenapa? Ya, isinya orang-orang jenius semua. Dan aku selalu masuk 3 besar diantara orang-orang jenius ini. Hmm.. Oke, ini udah mulai sedikit sombong dan sedikit hiperbola.
Masa-masa tak terlupakan saat SD adalah saat kelas 4 sampai kelas 6. Saat itu aku, bocah culun, manja, yang buang ingus aja masih belum bisa, tiba-tiba diserang oleh rasa yang tak biasa. Ya, aku mengenal cinta. Eh, bukan cinta deng, mungkin sebatas rasa suka, tapi kayaknya lebih dari suka, sayang? Yakali anak SD udah sayang-sayang an. Hahaha
Jaman aku SD itu belum ada hape, sudah ada sih, tapi sangat jarang yang punya, apalagi bocah SD kayak aku ini, nggak kayak sekarang, anak TK udah banyak yang mengusap layar ipad mainin burung yang lagi marah. Jangankan hape, telepon rumah saja masih sangat jarang ditemui saat itu, jadi mau nggak mau kalo suka sama seseorang harus menyatakan secara langsung. Jantan banget kan..
Tapi aku dulu nggak sejantan itu, ya namanya juga masih SD, aku dulu menyatakan perasaanku lewat tulisan, atau istilah kerennya SURAT CINTA. Beuhhh..
Surat cintaku yang pertama itu kelas 5SD, kusimpan sampai aku SMP, sebelum ditemukan nenekku dan dibakar, dikiranya kertas bekas contekan.
Waktu jaman SD, selain belajar di sekolah, aku juga belajar di Masjid, atau ikut TPA. Di TPA ini selain mengaji, aku juga ikut seni Hadrah, ya walaupun cuma kebagian menabuh kemplengan, lumayan lah. Buat yang nggak tau apa itu kemplengan, itu semacam bedug versi mini, terbuat dari kulit sapi juga, berbentuk bulat. Seni Hadrah dari TPA ku lumayan terkenal lho di kawasan desaku, sering diundang sebagai pengisi acara di pernikahan. Satu yang nggak pernah ku lupa, pernah sekali kami semua cuma dibayar dengan sebotol fanta. Ya, sebotol. Tapi nggak apa, kami semua ikhlas. #Halah
Satu hal lagi yang gak pernah terlupakan waktu SD adalah permainan-permainan nya. Ya, banyak sekali permainan seru mulai yang tradisional sampai yang sedikit canggih. Permainan paling canggih waktu itu mungkin gameboy atau waktu itu disebutnya gembot, dan Tamagochi, walaupun udah ada Playstation 1, tapi paling yang punya orang rental. Pernah sekali aku punya Tamagochi, tapi tiap aku bangun tidur aku liat peliharaanku mati, aku kesel, aku lempar, rusak. -__-
Kurasa kenangan akan permainan tradisional lebih membekas daripada permainan elektronik. Aku yakin, kalian pernah mengalami saat main petak umpet, kalian kebagian jaga di waktu menjelang mandi sore, kalian cari teman-teman kalian gak bakal ketemu. Ya, karena mereka pulang ke rumah masing-masing. Kampret.
Gundu atau kelereng atau neker juga termasuk permainan yg terkenal saat aku SD, pernah dulu waktu main kelereng, aku menang banyak, tapi temanku yang kalah nangis dan ngadu ke ibunya, ibunya datang dan meminta lagi semua kelereng temanku itu. Absurd abis.
Yang jelas jamanku SD itu adalah masa terindah, mungkin itu juga tahun-tahun puncak kejayaan generasi 90'an. Acara tv andalan macam Ultraman, Tamiya, Power Rangers, Digimon, dll. juga dimulai saat aku SD.
Kenangan adalah sesuatu yang tidak bisa dibeli dan diulangi. Jadi, simpan baik-baik dan jangan dilupakan, meskipun itu buruk.
HIDUP GENERASI 90'an !!!
*bersambung*
Budi Purnomo♬085642029995♬.
BalasHapusSyarat:
Lanang/Cowok.
Kelompok Umur:
KU Komunitas
10,11&12 SD
13,14&15 SMP
16,17&18 SMA
Bisa diajak kawin/kentu kontol.
LSL(Lanang Suka Lanang).
Berat Badan antara 25 kg – 50 kg.
Seluruh Indonesia&Selama 24 Jam Nonstop..
Saya cari yang serius banget.