Selasa, 19 Februari 2013

Kegagalan Yang Bermakna


Haloh...seperti yang kalian semua ketahui, di postingan sebelumnya saya bilang bahwa saya sedang tes memasuki TANI TNI-AU, atau lebih tepatnya Bintara PK TNI-AU. Ehm...
Dan kalau dilihat dari judulnya pasti kalian juga sudah tau gimana hasilnya. Yaaa....saya GAGAL. Puas kalian semua? Hah? *nelen keyboard*
Mungkin dari kalian semua ada yg penasaran bagaimana proses Kesuksesan kegagalan saya dalam Bintara tersebut. Dan karena saya orangnya baik hati dan ngga suka bikin orang penasaran, saya bakal cerita semuanya deh. Iya...berbagi kegagalan itu indah -__-
Oke, begini ceritanya...
#NowPlaying Sinden - Lengser Wengi
  • PENDAFTARAN
Yang namanya tes pasti dimulai dengan Pendaftaran #Yaiyalah. Dan dengan modal tampang yang nggak ada pantes-pantesnya jadi tentara plus nyali sebesar keledai kedelai, tanggal 21 Januari 2013 saya memberanikan diri datang ke Lanud Iswahjudi untuk mendaftar, untungnya saya ngga sendirian, ada Wisnu, teman masa sekolah yg kebetulan juga mau daftar, jadilah kami berdua berangkat dengan bergoncengan dan tidak pakai pelukan tentunya. Sebelum masuk, kami harus lapor di pos terlebih dahulu dan sebagai jaminan kami harus meninggal SIM disitu. Setelah beres, akhirnya kami diperkenankan buat masuk. 
"Well, lagi peng pisan iki e aku mlebu lanud, piye ki nko?" kata Wisnu dengan panik. 
"Udah santai aja, bro.." saya yg sebenernya juga panik mencoba menjawab dengan sok santai. Akhirnya kami tiba juga di tempat pendaftaran, yaitu di Gedung DISPERS (Dinas Personil), setelah berbasa basi sebentar, kami disuruh masuk oleh panitia pendaftaran untuk diukur tinggi dan berat badan kami. Dan hasilnya, tinggi saya 181cm dengan berat 69kg. Bah..ideal kan? *benerin kerah* Sementara Wisnu bertinggi 168cm dan berat 78kg !!! Bayangin sendiri yaaa...

Setelah pengukuran, kami disuruh mengisi formulir pendaftaran dan dikasih berkas-berkas buat dibawa pulang dan diisi. Sebelum kami pulang, kami diberitahu bahwa ada gangguan teknis sehingga kami belum bisa dapat nomor pendaftaran dan nomor akan diberikan saat pengarahan pertama tanggal 30 Januari. Wah, pertanda ini...batin saya. Kami pun...pulang.


  • PENGARAHAN YANG NGGA PENTING
Dengan jarak saya mendaftar dan waktu kumpul yg cuma 9 hari, oleh bapak saya yg tentunya berpengalaman soal daftar mendaftar beginian, saya disuruh menyelesaikan semua berkas-berkas supaya nanti kalau tiba-tiba dibutuhkan, berkas sudah siap. Dan ternyata perkiraan bapak saya benar, tanggal 30 Januari itu ternyata pengarahan buat besoknya yaitu TES ADMINITRASI. Berkas harus lengkap semua saat tes adminitrasi, dan Alhamdulillah berkat saran bapak, berkas saya semua sudah lengkap. Memang, Menuruti perkataan orang tua itu nggak akan ada ruginya. Dan sesuai janji panitia sebelumnya, saya pun mendapat nomor pendaftaran. Dan entah mengapa, saya dapat nomor 212. Bah...semoga kekuatan Wiro terwaris padaku.
Terpampang nyata

Setelah pengarahan selesai, kami pun...pulang lagi. Iya..emang gitu aja, baru awal.

  • TES ADMINITRASI
Akhirnya hari tes pertama pun tiba, seperti yang saya bilang diatas, tes pertama adalah tes adminitrasi. Seperti biasa, saya dan Wisnu berangkat bersama ke Dispers, Jam setengah 7 kami sudah tiba disana, padahal jam setengah 8 baru kumpul -__- #HarusDisiplin #BedaSamaSekolah. Setelah para panitia selesai melakukan apel pagi, kami pun disuruh berbaris sesuai urutan nomor, kebetulan posisi saya ditengah-tengah, nggak awal-awal amat dan akhir-akhir juga. Cocok.

Sesuai petunjuk panitia, tes adminitrasi ini yang masuk setiap sesi 20 orang, peserta yg masih menunggu giliran diperbolehkan ke kamar kecil, tidur, bahkan sarapan. Dan tiba-tiba saja sudah sampai giliran saya, bah...perasaan ini campur aduk rasanya, gimana kalau baru masuk nanti saya udah diusir? Gimana kalau nanti saya disuruh joget gangnam style? Sebelum sempat membayangkan itu semua, saya sudah disuruh masuk ke ruangan tes, saya mengetuk pintu...kaki ini sedikit bergetar, 

"Masuk..." kata seseorang dari dalam ruangan. Dengan sisa nyali yg tinggal seupil, saya pun masuk dan laporan. "Wah, kamu tinggi juga yaa..." kata testor saya yg ternyata adalah seorang WARA muda bernama Olha dan dia.....cantik woy... 
"Hehe...i..iyaa..." saya cengengesan dan beruntung nggak digampar. Saya pun menyerahkan semua berkas yg saya bawa.. *di cek*
"Wah..bagus..ini sudah lengkap semuanya, silahkan laporan dan silahkan keluar.." kata mba Olha seolah mengusir saya :|
Saya pun laporan dan keluar ruangan dengan langkah agak pelan sambil berharap mba Olha menyuruh saya berbalik dan meminta nomer hape saya. ehm..tapi ternyata tidak. -___-

Tes adminitrasi pun selesai dan ternyata bayangan saya tadi nggak terjadi. Walau tes sudah selesai, tidak serta merta kami dipulangkan, entah mengapa kami harus menunggu sekitar 2 jam dengan tiduran di jalan depan Dispers yg untungnya rindang dan sejuk. Setelah 2 jam menunggu, akhirnya panitia dengan rasa tak bersalah memberi pengumuman untuk tes berikutnya, yaitu Tes Kesehatan yg akan dilakukan besok. Kami disuruh membawa kaos oblong putih dan celana pendek putih. Setelah pengumuman, kami pun...pulang. *tepar*


  • TES KESEHATAN
Yak..tes kedua adalah tes kesehatan, dan tempat tes tidak di Dispers, tapi di Rumah Sakit Lanud Iswahjudi. Saya, Wisnu, dan peserta lainnya sudah tiba disana pada pukul 7..pagi. Karena tau proses tes bakal berlangsung lama, panitia langsung mengumpulkan kami, kembali sesuai urutan nomer tentunya, dan kali ini peserta dibagi menjadi 5 kelompok untuk mempercepat proses tes, saya masuk kelompok 3. Tes pertama yg akan dijalani kelompok saya adalah uji badan, kami disuruh melepas baju dan hanya menggunakan celana pendek. Setelah diberi pengarahan sebentar, kami disuruh masuk ke sebuah ruangan, ternyata didalam ruangan udah ada 2 dokter, laki dan wanita. Saya dapat giliran kedua, dan yg memeriksa saya...yang laki :|
Proses pemeriksaannya terbilang cepat, cuma dipijit perut sama suruh naikin tangan ke atas terus posisi ruku'. Tapi ternyata, tes uji badan bukan itu saja, setelah keluar, saya langsung disuruh berbaris untuk diperiksa tekanan darah, berat, dan tinggi badan. 30 menit kemudian...uji badan..selesai.

Pemeriksaan Fisik

Setelah uji badan selesai, kelompok saya langsung disuruh menuju ke ruangan pemeriksaan fisik. Konon kabarnya, pada pemeriksaan fisik ini kami semua harus...telanjang. Kelompok saya pun sudah masuk di ruang pemeriksaan fisik dan disuruh berbaris berbanjar, dan benar saja..tanpa basa-basi testor berkata, "Pada hitungan ketiga semua pakaian harus sudah dilepas, satuuu..." 
Dengan rasa malu yg tiba-tiba hilang entah kemana, saya dan semua teman sekelompok langsung melepas semua pakaian kami, jadilah 12 remaja tanggung bugil berjama'ah. :|
Saya mencoba tidak memperhatikan sekitar karena takut bakalan terbawa mimpi nanti malam, jadi saya terus menatap kedepan. Untungnya, testornya tidak ada yg cewek, cuma bapak-bapak tua semua, dan karena saya masih normal, selama pemeriksaan ini 'ehm' saya tidak bereaksi. Sekitar 15 menit kemudian akhirnya pertunjukkan pemeriksaan ini...selesai. *emot lega*

Pemeriksaan THT, MATA, dan GIGI

Sesudah pemeriksaan fisik, tes selanjutnya adalah Pemeriksaan THT. Proses pemeriksaan THT ini adalah yang paling singkat, jadi kami disuruh berbaris didepan ruangan, masuk dua orang, ngga sampe semenit udah keluar bagi yg tidak ada masalah. Dan saya termasuk yg tidak ada masalah. ehm..
Keluar dari ruang THT, ruang pemeriksaan mata telah menunggu, seperti THT, pemeriksaan mata juga termasuk singkat, disinipun...saya tidak ada masalah. Bah, ternyata mata ini masih sehat walau sering untuk melihat barang nggak sehat, kucing yg lagi sakit misalnya. :p
Proses terakhir dari tes kesehatan adalah pemeriksaan gigi, kali ini gigi saya agak bermasalah. Walau sudah pernah dibehel, ternyata masih kurang maksimal dan masih sedikit crossbite, saya agak kecewa...tapi tetap optimis saja lah. Tes Kesehatan pun..selesai.

Sebelum dipulangkan, panitia dari tes selanjutnya, yaitu Tes Jasmani memberi pengarahan dan memberi tahu apa yg harus dibawa untuk tes Jasmani besok. 1 abad kemudian..kami...pulang. -______-



  • TES JASMANI
Dari semua tes, tes jasmani adalah tes yg membikin saya agak pesimis, karena saya merasa fisik saya ini belum cukup kuat. Jam 6 pagi saya dan Wisnu sudah tiba di tempat tes, yaitu lapangan angkasa. Tes pertama dalam rangkaian tes jasmani ini adalah Lari 12 menit. Jadi, dalam 12 menit kami harus lari memutari lapangan minimal 6 kali. Hasilnya...saya 'cuma' dapat 6 kurang 100 meter :|. Bah, baru ini saja sudah kurang, keadaan ini membuat saya semakin pesimis. Lanjuuttt..tes berikutnya adalah pull-up, tes ini adalah yg paling saya takuti. Untuk lulus, kami diharuskan bisa pull-up sebanyak 6 kali, sedangkan saya...cuma...3. Udah, nggak usah pada tepuk tangan -___-
Setelah pull-up, saya sudah ditunggu sama sit-up. Dalam satu menit minimal harus sebanyak 30 kali. Hasilnya..saya bisa 31 KALI !!! Sekarang...silahkan tepuk tangan.. =))
Eh, belum sempat kentut, saya sudah diharuskan melakukan push-up yang untungnya bisa saya lakukan sebanyak 34 kali dengan target minimal 30 kali. Okeh...boleh tepuk tangan lagi deh. :p
Tes Jasmani pun ditutup dengan shuttle run dan berenang. Buuuaaahhh, tes jasmani ini pun dengan sukses membuat saya tepar tingkat nenek moyang. Dengan sisa tenaga dan semangat untuk cepat bertemu kasur, kami pun...pulang. *terkapar*


  • PENGUMUMAN KESUKSESAN KEGAGALAN -____________-
Setelah melaksanakan 3 Tes awal, pengumuman pertama buat yang lolos dan yang gagal pun tiba. Dengan rasa optimis bercampur pesimis, saya..dan masih bersama Wisnu, berangkat kembali ke gedung dispers karena memang pengumuman dilaksanakan disana. Jam 9 pagi kami sudah harus ada disana...dan seperti biasa, ternyata pengumuman baru dilaksanakan pukul 2 siang. Jadilah selama 5 jam saya dan peserta lainnya menjadi butiran debu. Dan...pengumuman pun tiba, panitia menjelaskan bahwa nomer yang dipanggil adalah yang lolos. Panitia mulai menyebutkan satu-persatu nomer yang lolos, sementara saya terus komat kamit baca doa. Sampai tidak sadar ternyata saya membaca doa buka puasa :|
"Dua ratus sepuluh..." teriak panitia. Tiba-tiba sudah sampai nomer segitu aja.
"Dua ratus empat belas" JENG JENG JENG..ternyata nomer Wiro Sableng saya nggak dipanggil dan saya langsung menyadari bahwa..saya..GAGAL. Dan entah sehati apa gimana, teman seperjuangan saya sejak masa pendaftaran, si Wisnu..juga..gagal. Rasa kecewa sempat memayungi saya selama beberapa hari tapi saya sadar, saya harus cepat bangkit, karena...


Kegagalan adalah tangga untuk menuju puncak kesuksesan...


tapi...


Ya jangan GAGAL terus. Udah ya, ngantuk..Bye.


10 komentar: