Jumat, 14 Oktober 2016

Anak Manja Yang Beranjak Dewasa (Part 1)

*krik krik krik*

Pertama-tama, aku mau membersihkan blog ini dulu dari sarang laba-laba. Ya, sudah lebih dari tiga tahun aku nggak ngepost di blog ini. Bukan.. Bukan karena aku males, tapi aku lupa passwordnya. #AlasanKlasik

Di postingan terakhir blog ini tiga tahun yang lalu, aku masih pengangguran. Ya, pengangguran. Aku bercerita waktu itu aku mencoba daftar sebagai anggota TNI, tapi GAGAL. Sejak saat itu, aku sempat mencoba daftar sana-sini tapi tetap gagal sampai akhirnya sekarang aku kerja di salah satu perusahaan BUMN. Alhamdulillah..

Di comeback aku kali ini, aku akan coba bercerita tentang hidup aku. Ya, lebih tepatnya perjalanan hidup aku dari kecil. Aku akui, dari kecil aku emang sedikit manja. Err, nggak sedikit sih, tapi emang manja. Tapi sejak aku kerja, aku jadi sadar betapa manja nya aku dulu. -__-

Oke langsung aja ya.. Jeng jeng jenggg...

Sabtu, 15 Ramadan 1414 H atau 26 Februari 1994, lahirlah seorang bayi unyu yang kelak akan membuat orang di sekitarnya bahagia. Hehehe..

Aku lahir di keluarga yang bisa dibilang sederhana tapi cukup lah. Aku dari kecil memang merasa sedikit manja, ya tapi nggak berlebihan sih, contohnya saat aku pengen mainan tapi nggak dibeliin, aku selalu nangis guling-guling agar dibeliin. Dan akhirnya, dibeliin. Hehehe.. Itu berlebihan ya? Ya terserah deh. Tapi kurasa kalian semua juga begitu. Jadi, kita semua adalah anak manja. :p

Tahun 2000-2006

Masa-masa SD adalah masa sekolah paling bahagia, banyak kenangan yang sampai tua nanti gak bakal dilupakan, ya memang masa SMP dan SMA juga sih, tapi masa SD tetap beda, kayak ada manis-manisnya gitu..
Aku waktu SD adalah anak yang culun. Culun abis. Err, seenggaknya sampai kelas 3SD, karena saat kelas 4,5,6 aku mengenal cinta monyet pertamaku, jadi agak nggak culun. Iya, agak.
Tapi, walaupun culun, aku termasuk murid yang bisa dibilang berprestasi di sekolah. Nggak usah tepuk tangan, biasa aja.
Aku selalu masuk 3 besar dari kelas 1-6, padahal, kelas ku ini bisa dibilang kelas yang langka, mungkin akan ada lagi 100 tahun kemudian. Kenapa? Ya, isinya orang-orang jenius semua. Dan aku selalu masuk 3 besar diantara orang-orang jenius ini. Hmm.. Oke, ini udah mulai sedikit sombong dan sedikit hiperbola.

Masa-masa tak terlupakan saat SD adalah saat kelas 4 sampai kelas 6. Saat itu aku, bocah culun, manja, yang buang ingus aja masih belum bisa, tiba-tiba diserang oleh rasa yang tak biasa. Ya, aku mengenal cinta. Eh, bukan cinta deng, mungkin sebatas rasa suka, tapi kayaknya lebih dari suka, sayang? Yakali anak SD udah sayang-sayang an. Hahaha

Jaman aku SD itu belum ada hape, sudah ada sih, tapi sangat jarang yang punya, apalagi bocah SD kayak aku ini, nggak kayak sekarang, anak TK udah banyak yang mengusap layar ipad mainin burung yang lagi marah. Jangankan hape, telepon rumah saja masih sangat jarang ditemui saat itu, jadi mau nggak mau kalo suka sama seseorang harus menyatakan secara langsung. Jantan banget kan..
Tapi aku dulu nggak sejantan itu, ya namanya juga masih SD, aku dulu menyatakan perasaanku lewat tulisan, atau istilah kerennya SURAT CINTA. Beuhhh..
Surat cintaku yang pertama itu kelas 5SD, kusimpan sampai aku SMP, sebelum ditemukan nenekku dan dibakar, dikiranya kertas bekas contekan.

Waktu jaman SD, selain belajar di sekolah, aku juga belajar di Masjid, atau ikut TPA. Di TPA ini selain mengaji, aku juga ikut seni Hadrah, ya walaupun cuma kebagian menabuh kemplengan, lumayan lah. Buat yang nggak tau apa itu kemplengan, itu semacam bedug versi mini, terbuat dari kulit sapi juga, berbentuk bulat. Seni Hadrah dari TPA ku lumayan terkenal lho di kawasan desaku, sering diundang sebagai pengisi acara di pernikahan. Satu yang nggak pernah ku lupa, pernah sekali kami semua cuma dibayar dengan sebotol fanta. Ya, sebotol. Tapi nggak apa, kami semua ikhlas. #Halah

Satu hal lagi yang gak pernah terlupakan waktu SD adalah permainan-permainan nya. Ya, banyak sekali permainan seru mulai yang tradisional sampai yang sedikit canggih. Permainan paling canggih waktu itu mungkin gameboy atau waktu itu disebutnya gembot, dan Tamagochi, walaupun udah ada Playstation 1, tapi paling yang punya orang rental. Pernah sekali aku punya Tamagochi, tapi tiap aku bangun tidur aku liat peliharaanku mati, aku kesel, aku lempar, rusak. -__-

Kurasa kenangan akan permainan tradisional lebih membekas daripada permainan elektronik. Aku yakin, kalian pernah mengalami saat main petak umpet, kalian kebagian jaga di waktu menjelang mandi sore, kalian cari teman-teman kalian gak bakal ketemu. Ya, karena mereka pulang ke rumah masing-masing. Kampret.

Gundu atau kelereng atau neker juga termasuk permainan yg terkenal saat aku SD, pernah dulu waktu main kelereng, aku menang banyak, tapi temanku yang kalah nangis dan ngadu ke ibunya, ibunya datang dan meminta lagi semua kelereng temanku itu. Absurd abis.

Yang jelas jamanku SD itu adalah masa terindah, mungkin itu juga tahun-tahun puncak kejayaan generasi 90'an. Acara tv andalan macam Ultraman, Tamiya, Power Rangers, Digimon, dll. juga dimulai saat aku SD.

Kenangan adalah sesuatu yang tidak bisa dibeli dan diulangi. Jadi, simpan baik-baik dan jangan dilupakan, meskipun itu buruk.

HIDUP GENERASI 90'an !!!

*bersambung*

Selasa, 19 Februari 2013

Kegagalan Yang Bermakna


Haloh...seperti yang kalian semua ketahui, di postingan sebelumnya saya bilang bahwa saya sedang tes memasuki TANI TNI-AU, atau lebih tepatnya Bintara PK TNI-AU. Ehm...
Dan kalau dilihat dari judulnya pasti kalian juga sudah tau gimana hasilnya. Yaaa....saya GAGAL. Puas kalian semua? Hah? *nelen keyboard*
Mungkin dari kalian semua ada yg penasaran bagaimana proses Kesuksesan kegagalan saya dalam Bintara tersebut. Dan karena saya orangnya baik hati dan ngga suka bikin orang penasaran, saya bakal cerita semuanya deh. Iya...berbagi kegagalan itu indah -__-
Oke, begini ceritanya...
#NowPlaying Sinden - Lengser Wengi
  • PENDAFTARAN
Yang namanya tes pasti dimulai dengan Pendaftaran #Yaiyalah. Dan dengan modal tampang yang nggak ada pantes-pantesnya jadi tentara plus nyali sebesar keledai kedelai, tanggal 21 Januari 2013 saya memberanikan diri datang ke Lanud Iswahjudi untuk mendaftar, untungnya saya ngga sendirian, ada Wisnu, teman masa sekolah yg kebetulan juga mau daftar, jadilah kami berdua berangkat dengan bergoncengan dan tidak pakai pelukan tentunya. Sebelum masuk, kami harus lapor di pos terlebih dahulu dan sebagai jaminan kami harus meninggal SIM disitu. Setelah beres, akhirnya kami diperkenankan buat masuk. 
"Well, lagi peng pisan iki e aku mlebu lanud, piye ki nko?" kata Wisnu dengan panik. 
"Udah santai aja, bro.." saya yg sebenernya juga panik mencoba menjawab dengan sok santai. Akhirnya kami tiba juga di tempat pendaftaran, yaitu di Gedung DISPERS (Dinas Personil), setelah berbasa basi sebentar, kami disuruh masuk oleh panitia pendaftaran untuk diukur tinggi dan berat badan kami. Dan hasilnya, tinggi saya 181cm dengan berat 69kg. Bah..ideal kan? *benerin kerah* Sementara Wisnu bertinggi 168cm dan berat 78kg !!! Bayangin sendiri yaaa...

Setelah pengukuran, kami disuruh mengisi formulir pendaftaran dan dikasih berkas-berkas buat dibawa pulang dan diisi. Sebelum kami pulang, kami diberitahu bahwa ada gangguan teknis sehingga kami belum bisa dapat nomor pendaftaran dan nomor akan diberikan saat pengarahan pertama tanggal 30 Januari. Wah, pertanda ini...batin saya. Kami pun...pulang.


  • PENGARAHAN YANG NGGA PENTING
Dengan jarak saya mendaftar dan waktu kumpul yg cuma 9 hari, oleh bapak saya yg tentunya berpengalaman soal daftar mendaftar beginian, saya disuruh menyelesaikan semua berkas-berkas supaya nanti kalau tiba-tiba dibutuhkan, berkas sudah siap. Dan ternyata perkiraan bapak saya benar, tanggal 30 Januari itu ternyata pengarahan buat besoknya yaitu TES ADMINITRASI. Berkas harus lengkap semua saat tes adminitrasi, dan Alhamdulillah berkat saran bapak, berkas saya semua sudah lengkap. Memang, Menuruti perkataan orang tua itu nggak akan ada ruginya. Dan sesuai janji panitia sebelumnya, saya pun mendapat nomor pendaftaran. Dan entah mengapa, saya dapat nomor 212. Bah...semoga kekuatan Wiro terwaris padaku.
Terpampang nyata

Setelah pengarahan selesai, kami pun...pulang lagi. Iya..emang gitu aja, baru awal.

  • TES ADMINITRASI
Akhirnya hari tes pertama pun tiba, seperti yang saya bilang diatas, tes pertama adalah tes adminitrasi. Seperti biasa, saya dan Wisnu berangkat bersama ke Dispers, Jam setengah 7 kami sudah tiba disana, padahal jam setengah 8 baru kumpul -__- #HarusDisiplin #BedaSamaSekolah. Setelah para panitia selesai melakukan apel pagi, kami pun disuruh berbaris sesuai urutan nomor, kebetulan posisi saya ditengah-tengah, nggak awal-awal amat dan akhir-akhir juga. Cocok.

Sesuai petunjuk panitia, tes adminitrasi ini yang masuk setiap sesi 20 orang, peserta yg masih menunggu giliran diperbolehkan ke kamar kecil, tidur, bahkan sarapan. Dan tiba-tiba saja sudah sampai giliran saya, bah...perasaan ini campur aduk rasanya, gimana kalau baru masuk nanti saya udah diusir? Gimana kalau nanti saya disuruh joget gangnam style? Sebelum sempat membayangkan itu semua, saya sudah disuruh masuk ke ruangan tes, saya mengetuk pintu...kaki ini sedikit bergetar, 

"Masuk..." kata seseorang dari dalam ruangan. Dengan sisa nyali yg tinggal seupil, saya pun masuk dan laporan. "Wah, kamu tinggi juga yaa..." kata testor saya yg ternyata adalah seorang WARA muda bernama Olha dan dia.....cantik woy... 
"Hehe...i..iyaa..." saya cengengesan dan beruntung nggak digampar. Saya pun menyerahkan semua berkas yg saya bawa.. *di cek*
"Wah..bagus..ini sudah lengkap semuanya, silahkan laporan dan silahkan keluar.." kata mba Olha seolah mengusir saya :|
Saya pun laporan dan keluar ruangan dengan langkah agak pelan sambil berharap mba Olha menyuruh saya berbalik dan meminta nomer hape saya. ehm..tapi ternyata tidak. -___-

Tes adminitrasi pun selesai dan ternyata bayangan saya tadi nggak terjadi. Walau tes sudah selesai, tidak serta merta kami dipulangkan, entah mengapa kami harus menunggu sekitar 2 jam dengan tiduran di jalan depan Dispers yg untungnya rindang dan sejuk. Setelah 2 jam menunggu, akhirnya panitia dengan rasa tak bersalah memberi pengumuman untuk tes berikutnya, yaitu Tes Kesehatan yg akan dilakukan besok. Kami disuruh membawa kaos oblong putih dan celana pendek putih. Setelah pengumuman, kami pun...pulang. *tepar*


  • TES KESEHATAN
Yak..tes kedua adalah tes kesehatan, dan tempat tes tidak di Dispers, tapi di Rumah Sakit Lanud Iswahjudi. Saya, Wisnu, dan peserta lainnya sudah tiba disana pada pukul 7..pagi. Karena tau proses tes bakal berlangsung lama, panitia langsung mengumpulkan kami, kembali sesuai urutan nomer tentunya, dan kali ini peserta dibagi menjadi 5 kelompok untuk mempercepat proses tes, saya masuk kelompok 3. Tes pertama yg akan dijalani kelompok saya adalah uji badan, kami disuruh melepas baju dan hanya menggunakan celana pendek. Setelah diberi pengarahan sebentar, kami disuruh masuk ke sebuah ruangan, ternyata didalam ruangan udah ada 2 dokter, laki dan wanita. Saya dapat giliran kedua, dan yg memeriksa saya...yang laki :|
Proses pemeriksaannya terbilang cepat, cuma dipijit perut sama suruh naikin tangan ke atas terus posisi ruku'. Tapi ternyata, tes uji badan bukan itu saja, setelah keluar, saya langsung disuruh berbaris untuk diperiksa tekanan darah, berat, dan tinggi badan. 30 menit kemudian...uji badan..selesai.

Pemeriksaan Fisik

Setelah uji badan selesai, kelompok saya langsung disuruh menuju ke ruangan pemeriksaan fisik. Konon kabarnya, pada pemeriksaan fisik ini kami semua harus...telanjang. Kelompok saya pun sudah masuk di ruang pemeriksaan fisik dan disuruh berbaris berbanjar, dan benar saja..tanpa basa-basi testor berkata, "Pada hitungan ketiga semua pakaian harus sudah dilepas, satuuu..." 
Dengan rasa malu yg tiba-tiba hilang entah kemana, saya dan semua teman sekelompok langsung melepas semua pakaian kami, jadilah 12 remaja tanggung bugil berjama'ah. :|
Saya mencoba tidak memperhatikan sekitar karena takut bakalan terbawa mimpi nanti malam, jadi saya terus menatap kedepan. Untungnya, testornya tidak ada yg cewek, cuma bapak-bapak tua semua, dan karena saya masih normal, selama pemeriksaan ini 'ehm' saya tidak bereaksi. Sekitar 15 menit kemudian akhirnya pertunjukkan pemeriksaan ini...selesai. *emot lega*

Pemeriksaan THT, MATA, dan GIGI

Sesudah pemeriksaan fisik, tes selanjutnya adalah Pemeriksaan THT. Proses pemeriksaan THT ini adalah yang paling singkat, jadi kami disuruh berbaris didepan ruangan, masuk dua orang, ngga sampe semenit udah keluar bagi yg tidak ada masalah. Dan saya termasuk yg tidak ada masalah. ehm..
Keluar dari ruang THT, ruang pemeriksaan mata telah menunggu, seperti THT, pemeriksaan mata juga termasuk singkat, disinipun...saya tidak ada masalah. Bah, ternyata mata ini masih sehat walau sering untuk melihat barang nggak sehat, kucing yg lagi sakit misalnya. :p
Proses terakhir dari tes kesehatan adalah pemeriksaan gigi, kali ini gigi saya agak bermasalah. Walau sudah pernah dibehel, ternyata masih kurang maksimal dan masih sedikit crossbite, saya agak kecewa...tapi tetap optimis saja lah. Tes Kesehatan pun..selesai.

Sebelum dipulangkan, panitia dari tes selanjutnya, yaitu Tes Jasmani memberi pengarahan dan memberi tahu apa yg harus dibawa untuk tes Jasmani besok. 1 abad kemudian..kami...pulang. -______-



  • TES JASMANI
Dari semua tes, tes jasmani adalah tes yg membikin saya agak pesimis, karena saya merasa fisik saya ini belum cukup kuat. Jam 6 pagi saya dan Wisnu sudah tiba di tempat tes, yaitu lapangan angkasa. Tes pertama dalam rangkaian tes jasmani ini adalah Lari 12 menit. Jadi, dalam 12 menit kami harus lari memutari lapangan minimal 6 kali. Hasilnya...saya 'cuma' dapat 6 kurang 100 meter :|. Bah, baru ini saja sudah kurang, keadaan ini membuat saya semakin pesimis. Lanjuuttt..tes berikutnya adalah pull-up, tes ini adalah yg paling saya takuti. Untuk lulus, kami diharuskan bisa pull-up sebanyak 6 kali, sedangkan saya...cuma...3. Udah, nggak usah pada tepuk tangan -___-
Setelah pull-up, saya sudah ditunggu sama sit-up. Dalam satu menit minimal harus sebanyak 30 kali. Hasilnya..saya bisa 31 KALI !!! Sekarang...silahkan tepuk tangan.. =))
Eh, belum sempat kentut, saya sudah diharuskan melakukan push-up yang untungnya bisa saya lakukan sebanyak 34 kali dengan target minimal 30 kali. Okeh...boleh tepuk tangan lagi deh. :p
Tes Jasmani pun ditutup dengan shuttle run dan berenang. Buuuaaahhh, tes jasmani ini pun dengan sukses membuat saya tepar tingkat nenek moyang. Dengan sisa tenaga dan semangat untuk cepat bertemu kasur, kami pun...pulang. *terkapar*


  • PENGUMUMAN KESUKSESAN KEGAGALAN -____________-
Setelah melaksanakan 3 Tes awal, pengumuman pertama buat yang lolos dan yang gagal pun tiba. Dengan rasa optimis bercampur pesimis, saya..dan masih bersama Wisnu, berangkat kembali ke gedung dispers karena memang pengumuman dilaksanakan disana. Jam 9 pagi kami sudah harus ada disana...dan seperti biasa, ternyata pengumuman baru dilaksanakan pukul 2 siang. Jadilah selama 5 jam saya dan peserta lainnya menjadi butiran debu. Dan...pengumuman pun tiba, panitia menjelaskan bahwa nomer yang dipanggil adalah yang lolos. Panitia mulai menyebutkan satu-persatu nomer yang lolos, sementara saya terus komat kamit baca doa. Sampai tidak sadar ternyata saya membaca doa buka puasa :|
"Dua ratus sepuluh..." teriak panitia. Tiba-tiba sudah sampai nomer segitu aja.
"Dua ratus empat belas" JENG JENG JENG..ternyata nomer Wiro Sableng saya nggak dipanggil dan saya langsung menyadari bahwa..saya..GAGAL. Dan entah sehati apa gimana, teman seperjuangan saya sejak masa pendaftaran, si Wisnu..juga..gagal. Rasa kecewa sempat memayungi saya selama beberapa hari tapi saya sadar, saya harus cepat bangkit, karena...


Kegagalan adalah tangga untuk menuju puncak kesuksesan...


tapi...


Ya jangan GAGAL terus. Udah ya, ngantuk..Bye.


Senin, 28 Januari 2013

HAPPY NEW YEAR?

Holaaa, wah udah lama juga yaa saya ngga ngeblog, bukan..bukan karena saya malas, tapi karena saya lupa passwordnya. #Alesan. Mungkin kalian pada bingung itu kenapa judulnya Happy New Year, padahal kan ini udah akhir Januari. Ya..karena ini postingan pertama di tahun 2013 jadi ya gitu..bingung ya? SAMA !

#now playing : Gigi - 11 Januari

Tahun baru kali ini buat saya ngga ada yang spesial. Bukan..bukan karena saya ngga punya pacar, tapi emang ngga ada yg spesial aja gitu, Tahun 2013 ini juga tahun pertama saya setelah LULUS SMA, kalian mungkin bertanya tanya kemana saya setelah lulus SMA? Kuliah? ENGGAK. Kerja? Belum dapet :(.
Memang, setelah lulus SMA saya sempat berniat untuk kuliah, tapi niat itu saya urungkan setelah berpikir matang-matang, jika nanti saya kuliah, pasti ortu nyuruh ngambil S1 dan minimal 4tahun baru lulus (itu juga kalau rajin kuliahnya) sedangkan saya ini adalah tipikal orang yang malas. Iyah. malas...kayak KALIAN. Jadi, saya pun dengan tegas berkata kepada orang tua saya, "Ibu..Bapak..saya ngga mau kuliah, saya pengen jadi TNI saja kayak bapak.." Mendengar perkataan saya mereka pun tersenyum, saya bersyukur memiliki orang tua yang mendukung apa yang dimau anak, sedangkan di luar sana banyak orang tua yg memaksa anaknya menjadi miniatur mereka, itu sangatlah tidak enak, melakukan hal yg tidak disukai.

Tapi walau diatas saya berkata tegas ingin jadi TNI, tentu saja jalan untuk menuju kesana tidaklah gampang, di tubuh saya ini banyak sekali kekurangan untuk jadi TNI, jadi..setelah lulus SMA tubuh saya dibedah habis-habisan, dibedah disini maksudnya bukan isinya dikeluarkan atau bahkan di mutilasi, tapi maksudnya diperbaiki. Setelah kurang lebih 6 bulan, tubuh saya udah agak lumayan lah buat daftar, dan dengan modal tampang sok cool minta digampar, tanggal 21 Januari saya dengan gantengnya mendaftar di Lanud Iswahjudi Madiun.

Sekarang ini saya lagi proses tes, jadi buat semua yg baca postingan ini, doakan saya ya...supaya saya bisa menjadi apa yg saya mau.
Karena, Berapapun gaji yg kita dapatkan, kalau kita tidak suka dengan pekerjaan itu, maka tidak akan ada kenyamanan.

Oke, HAPPY NEW YEAR semuanyaaahhh... :D

Rabu, 29 Agustus 2012

Ramadhan, saya makin edan..

Ya, mungkin saya ngepost soal Ramadhan ini memang agak terlambat, tapi mau gimana lagi, mau ngepost setelah ramadhan, masih sibuk lebaran, habis lebaran..masih sibuk ngitung angpou. Jadi, yaa mumpung ada waktu dan kebetulan lagi pengen ngepost, saya ngepost sekarang daripada malas melanda dan tertunda sampai ramadhan tahun depan.

#now playing : Marhaban ya Ramadhan

Ramadhan tahun ini terasa begitu berbeda buat saya, itu karena ramadhan tahun ini saya sudah tidak melakukan kegiatan yang selama 12 tahun selalu saya geluti..yaa..SEKOLAH..apa itu SEKOLAH? Yang tiap hari pakai seragam ya? yang tiap hari dapat PR ya? ohh..
Tapi jujur saya malah merindukan saat ramadhan di sekolah, Pondok Ramadhan bersama teman-teman, bercanda sama teman-teman, batal puasa bersama teman-teman..ahh  i'll never forget this memories guys.

Karena saya sudah lulus sekolah, kegiatan saya selama ramadhan tahun ini seperti percampuran kebo dan kelelawar, #now playing : Bruno Mars - The Lazy Song
Jadi, siklusnya..setelah sahur, sholat shubuh, tidur..bangun jem 10'an, mandi kalau lagi mood, maen PS, dhuhur, tidur lagi sampai buka. kalau bangun sebelum buka saya sempatin ashar dulu. Lalu setelah buka dan tarawih saya melek sampai sahur karena kebetulan acara tv bagus-bagus dan bertepatan dengan olimpiade. kelelawar kan..? HUFT

Selama Ramadhan ada satu kejadian paling kampret yang saya alami, jadi ceritanya waktu hari ke 26 ramadhan, saya, Husein , Dian , dan Anggit berbuka bersama di sekitaran kota madiun..ya biar afdol kita pun melakukan taraweh bersama di Masjid Agung Kota Madiun. Sesudah tarawih, saya kebingungan seperti ayam kehilangan induk. Dan ternyata...jeng jeng jeng SANDAL KULIT BOKAP yang saya bawa hilang

SANDAL KULIT BOKAP YANG SAYA BAWA HILANG, sengaja diulang, kata poconggg biar makin dramatis.
Saya pun semakin bingung, galau , dan sempat kepikiran buat nyolong sandal orang juga disitu. Pikiran saya pun langsung melayang ke beberapa jam lagi dimana saya pasti terkena omelan tingkat nenek moyang dari bokap. Saya pun pergi dari masjid itu dengan perasaan bingung, galau, MARAH PASTINYA! KAMPRETT ! akhirnya saya pulang dengan sandal yg saya beli di warung lesehan sandal.

Dan pikiran saya tadi pun menjadi kenyataan, sampai rumah bokap marah-marah itu nggak perlu, udahan marahnya cepetan dong cepetan setengah mati. Saya hanya diam. Darisini saya dapat pelajaran, besok-besok kalau saya tarawih di masjid agung saya akan bawa sandal jepit ! camkan!

Empat hari berlalu dan akhirnya lebaran, anehnya walaupun saya sudah setinggi tower begini saya masih dapat angpou :p .



















Salah dua foto saya selama lebaran, KECE YA.. BYE !








Selasa, 24 Juli 2012

3 Minggu yang malang di MALANG

Setelah hampir 3 bulan mati suri, akhirnya blog saya bernafas lagi. Sebenernya saya pengen sih aktif ngeblog secara rutin, tapi apa daya tangan sama otak saya selalu nggak akur. Jadi, yaa nunggu mereka berdamai dulu barulah saya bisa ngeblog.

Yaa, sebelum tangan sama otak saya berantem lagi, saya akan langsung cerita. Kali ini saya akan menceritakan  pengalaman saya selama 3 minggu berada di Kota Malang. Untuk apa saya sampai 3 minggu disana? Liburan? Cari Kerja? Jualan Bakso? ah bukan semuanya..saya ikut BIMBEL STAN. yaa BIM..BEL..SEETAAN..STAN. Iya STAN yang dulu kampusnya Gayus, mudah-mudahan saya akan lebih hebat daripada Gayus. Tapi sebenernya tujuan utama saya ke Malang adalah nyolongin apel.




Saya berangkat berlima bersama musuh-musuh teman-teman saya, sampai di Malang kami langsung cari kost, maklum kami lelah setelah 5 jam perjalanan. Dan akhirnya kami dapat kost, kampretnya kami dapat kost yang sekamar berlima, bisa dibayangkan kalau saat tidur salah satu dari kami ngorok, apalagi kentut, seisi belantara kamar dipastikan nggak jadi tidur berganti TAWURAN. Suasana Kamar udah macam Panti Asuhan, cuma wajah saya sendiri yang nggak kayak anak panti. B-)


Hari-hari pertama saya lewati dengan selalu menyatu dengan Jaket, karena udara di Malang udah macam di Gurun Sahara waktu malam, maklum daerah pegunungan. Tapi yaa lama-lama tubuh saya ini mampu menyesuaikan, atau istilah Madiunnya Beradaptasi. Kalian jangan berpikir bahwa 3 minggu disana saya  selalu memegang buku untuk belajar, saya memegang buku saat BIMBEL saja, kampret kan? Lalu apa yang dilakukan di Kost? Kami bermain FIFA 12 !!! Semua ini gara-gara keisengan tangan saya membawa Laptop. FYI, saya selalu menang saat bermain. :p


Selama disana pola makan saya acakadut, kadang makan siang bareng sama sarapan, bahkan makan malam, siang, sama sarapan pernah jadi satu, maklum anak kost SEJATI. Jadi, untuk perbaikan gizi setelah seminggu disana, saya memutuskan pulang 2 hari. Saat pulang itu rasanya seeneeeng banget....wajah saya yang tadinya saat di Malang Kecenya berkurang, saat pulang semakin berkurang.


Yak, selama tiga minggu di Malang tempat nongkrong saya cuma..di BALAI KOTA. ke Matos itu cuma sekali, ke Rampal juga sekali, tau Rampal nggak? nggak tau ya, itu loh Lapangan Serba Ada mulai dari Sepak Bola, Basket, hingga Volly. Pengen lebih tau yaa...kesana sendiri. Berikut tampang* saya saat di Malang :












ini di Balai Kota tampak siang. Saya mencoba tinggi-tinggian sama menara Balai Kota Malang.














kalau yang ini tampak malam, kenapa disitu situ aja fotonya? maklum anak kost SEJATI, kesitu deket sama kostan saya.



SETELAH MENCOBA BERKALI KALI AKHIRNYA SAYA BISA MENGIMBANGI MENARA BALAI KOTA MALANG.


Yak, itulah sepenggal cerita saya saat tiga minggu di Malang. " Seenak-enaknya kita tinggal di rumah orang, lebih enak tinggal di rumah sendiri ". Right?